Lutfan’s poem

hatiku kian rapuh
rapuh serapuh pohon yang ingin tumbang
mengapa ini mesti terjadi
apa salahku

mencinta memang sakit
tapi adakalanya bahagia
sebahagia kupu - kupu yang terbang bebas

mungkin semuanya tlah berakhir
cinta itu kian pudar dari hatiku
tiap kali kumencinta
dia slalu sudah termiliki
entah teman atau orang lain

sedih tak tertahankan
meghantam lara menghujam jiwa
menusuk kalbu menembus raga

tapi smuanya pasti ada hikmah
mungkin sekarang tidak
bulan depan , tahun depan , mungkin 2 tahun lagi
aku mendapat yang lebih baik
itu harapanku …

One Response to “Lutfan’s poem”

  1. Tiga Satu Empat Says:

    Pantskah Kita Memprotes CINTA?

    Pantaskah Kita Memprotes Pencipta CINTA?

    Adakah Dri Kita Yang Pantas Dihargai CINTA?

Leave a Reply